Seminggu sebelum ke Eropa: Jakarta untuk Pertama Kalinya


Sudah hampir dua tahun tidak ke Jakarta lagi. Jadi di postingan kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman saya sebagai orang yang benar-benar baru merasakan vibes Jakarta untuk pertama kalinya. Bagi kebanyakan orang mungkin Jakarta sudah bukan menjadi hal yang aneh, tetapi buat saya karena ini pertama kalinya dan tentunya banyak hal-hal baru yang saya rasakan selama di sana. Mulai sekarang buat kalian yang belum pernah sama sekali ke ibu kota ini, jangan pernah mengatakan "ah Jakarta, ya? sama aja paling kek daerah di Indonesia yang lainnya". Kenapa? karena pada fakta kultur dan situasi di sana sudah beda sekali menurut saya. Sebagai pendatang dari sebuah desa di Tasikmalaya, saya melihat segala vibes di sini pada waktu itu "wah, keknya di sini bener-bener orang yang high class dan kompetitif banget".


Ada keperluan apa ke Jakarta?

Okay, jadi ceritanya begini, sebelum magang di Kantor PA Europe, Belgia, saya harus berada di Jakarta sekitar satu mingguan. Dalam waktu satu minggu banyak sekali aktivitas yang dilakukan untuk persiapan pergi ke Eropa nanti. Mulai dari membiasakan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang kurang lebih sama ketika nanti saya di sana. Selain itu, saya juga sudah diberikan tugas melakukan research yang berkaitan dengan hubungan EU sama Indonesia. Hal ini tentunya sangat menantang sekali buat saya sendiri, karena pada faktanya saya belum begitu belajar penuh tentang research. Namun, hal ini bukan berarti saya harus menyerah, tetapi justru mendorong saya karena there's no way selain mempelajarinya. Lebih lanjut, selama seminggu itu, saya applied for Visa di kantor kedutaan Belgia dan dulu pas ada gempa lagi pas di kantornya. wkwk langsung pada keluar gedung. Di samping itu, saya juga dibelikan beberapa beberapa baju formal untuk bekerja nanti selama dua bulan di sana. Terakhir, saya juga belajar sedikit-sedikit bahasa Perancis karena lumayan lah kalau kita kebingungan setidaknya kita tahu beberapa frasa.


Ketemu siapa saja di sana?

Nah, ini merupakan hal yang paling unforgettable buat saya. Jadi, selama saya berada di sana, saya bertemu dengan kakak-kakak yang mana mereka inspiring, smart, dan humanistic sekali. I love them so much. Kenapa inspiring? saya sempat berpikir "wow, mereka dari umur 24 tahun dari cara berpikirnya sudah high quality" sekarang saya percaya, Jakarta itu gudangnya orang-orang berkualitas.

 

Kak Cleo, Kak Keisha, Me, Bu Dewi, Pak Yanto
 

Pas hari pertama saya di kantor PA CSR di Jakarta sana, saya bertemu dengan Kak Cleo, Kak Dito, Kak Keisha, dan Kak Temy. Keempat orang ini yang sudah berbagi ilmunya dengan saya. Jika ada beberapa kesulitan, tentunya mereka selalu siap membantu. Selain itu, ada juga staffs yang lain di sana, yaitu Bu Dewi, Mbak Tina, Pak Budi, Pak Yanto. Mereka semua sangat ramah sekali. Bu Dewi dan Pak Budi yang meluangkan waktunya dan mengajak saya keliling-keliling di sekitaran apartemen di sana. Mbak Tina yang ngajak saya main-main ke mall dan terakhir Pak Yanto yang selalu siap mengantar jemput sana-sini dan pas saya berangkat dan pulang dari Belgia beliau juga yang mengantar dan menjemput saya.

 

Bagaimana pengalaman selama seminggu di Jakarta?

Kalau dalam hal pengalaman tentunya banyak hal yang menarik selama saya di sana setiap harinya. Namun, satu hal yang sangat sedikit menjengkelkan di sana, yaitu panasnya minta ampun 😂. Jadi, selama saya di sana, saya tinggal di sebuah apartemen eksekutif di Menteng. Fasilitasnya sangat baik sekali sebenarnya, cuma di kamar saya AC-nya satu masih belum cukup melawan panas wkw. Karena kamar tidur saya dulu bersampingan dengan kantor tempat kerja dan saya pas malam sering ke tempat tersebut karena AC-nya sudah ada dua dan cukup untuk melawan panas. Saya dulu sempat berpikir "wah, heran mereka yang tinggal di Jakarta bisa tahan dengan suhu seperti ini". 

 

Malam Pas Tiba di Apartemen

Jakarta Menjelang Malam

Gas Mandi Setelah Kucel di Perjalanan Sekitar 8 jam-an

Aktivitas pada pagi hari saya tentunya mandi terlebih dahulu, setelah itu mengenakan baju formal untuk bekerja. Nah, pada saat itu kebetulan Pak Rio juga dari Brussels, Belgia ke Indonesia karena ada beberapa keperluan. Singkat waktu saya bertemu dengan beliau dan masha Allah deg-degan banget saya pas dipanggil ke ruangannya. Hal ini semakin membuat saya sadar ternyata saya benar-benar berhadapan dengan orang-orang kelas atas di sini 😌. Semakin banyak berpikir bahwa masih banyak yang harus dipelajari oleh saya. 💪 Kemudian, di pagi hari pak Budi suka nawarin ke staff yang lainnya termasuk saya mau nitip makan pagi apa. Sarapan saya dulu seperti biasa pas di Tasik lah bubur.. bubur.. dan bubur 😆 

 

Pagi Pertama di Jakarta (Beres Mandi dan Masih Hari Libur)

Setelah Panas Otak Ngafalin Bahasa Perancis, Beristirahat Sejenak

 

Makan Pagi Pertama Kali di Jakarta 😋

Sambil Mengerjakan Tugas Tesis dari Pak Rio

Makan Pagi Biasanya Nitip Bubur ke Pak Budi

Saat tengah siang tiba, semua  orang di kantor break sejenak untuk sembahyang dan makan siang. Nah jadi, dulu pernah pas makan siang Kak Dito sama Mbak Tina bikin makanan dan saya ikut bantu-bantu di dapur (bantu ngelihatin wkwk). Ternyata mereka pada jago masak hadeh.. sudah tidak diragukan lagi.

Belanja ke Mall bareng Mbak Tina (Unexpectedly Bajunya Senada 😂)
 
Diajak Bu Dewi ke Kantor Kemendag

Ngebuntutin Teh Cleo Lagi Ngejalanin Salah Satu Project dari Kantor

Ngelihatin Mbak Tina dan Kak Dito Masak wkw

Tadaa! Ini Dia Jadinya 😋

Saat masuk malam, pastinya semua orang di kantor sudah pada pulang sekitar pukul 05.30 PM. Nah, jadi saya sendirian di apartemen sana. Apartemennya luas sih dan sedikit takut juga gara-gara banyak patung-patung gitu (biasa lah halusinasi saya wkwk). Kalau makan malam biasanya saya beli online saja soalnya keluar malam agak ribet juga. Setelah capeknya seharian kadang saya berendam sambil melihat indahnya pemandangan bangunan kota Jakarta di malam hari wkw. Bahkan terkadang saya malah keluar pergi ke area kolam renang untuk berendam di sana. Such an amazing and relaxing moment for me at that time. Tapi, yang membuat tidur tidak bisa nyaman di sana itu, suhunya luar biadab panas. 😴

 

Diajak Keliling Apartemen sama Bu Dewi & Pak Budi

Berenang Malam Hari di Jakarta Tidak Dingin 😂

Kadang Dikasih Free Makanan Buat Dinner Sama Kak Dito

Jakarta Indah sih! Kalau Malam... 😉

Diajak Pergi Karaokean Bareng Mereka

Penampakkan Kantor di Malam Hari

Nah singkat cerita sudah hari ketujuh di mana sorenya saya berangkat ke Soekarno-Hatta Airport untuk pertama kalinya dan tentunya deg-degan banget. Gimana nasib saya nanti, apalagi pas transit di Instanbul, Turki. Pokoknya overthinking banget belum juga mencoba. Karena walaupun saya overthinking, kalau masalah nekat jangan ditanya lagi. Super nekat! 😂 Ya udahlah hajar saja gimana nanti! Pas momen mau ditinggal sama Kak Cleo dan Bu Dewi saya sedikit sedih "hush! ini kan cuma 2 bulan wkwk nanti ketemu lagi". Jadi, yang bikin sedikit sedih terharu itu saya pergi ke luar Indonesia untuk pertama kalinya dan meninggalkan Indonesia selama 2 bulan. Ngakak dong, pas di dalam pesawat saya duduk di seat yang sudah dibooking orang lain wkw mana deket jendela lagi. Dang it! 😂

Pas di Airport

Sedih Sekaligus Terharu wkw 😝

Bye Indonesia! InshaAllah Pulang Akan Menjadi Orang Yang Lebih Baik

Oke itulah mungkin pengalaman suka duka saya selama di Jakarta, pokoknya walaupun ini masih di Indonesia. Untuk saya, ini pengalaman pertama kali di sana dan tentunya ada beberapa hal berbeda kalau masalah kultur ya. Postingan ini sebenarnya hanya untuk catatan jurnal pribadi bagi saya, tetapi saya dengan senang hati juga berbagi pengalaman dan mungkin ada beberapa pelajaran yang bisa didapat.


"Keyakinan Kita Terhadap Diri Kita dan Usaha Akan Membawa Kepada Apa Yang Kita Impikan Selama Ini"

~Yadi Supriadi~

No comments:

Post a Comment

Pages