Kenangan Abadi di Kota Cinta, Paris

Yadi di Place de la Concorde Fountain


Setelah melalui petualangan di Jerman, akhirnya saya tiba di kota romantis yang tak lain adalah Paris, Perancis. Berada di sana membuat saya merasa seperti terbang ke dalam sebuah ruangan yang benar-benar baru dan memukau. Ketika saya berkeliling di Belgia, Jerman, dan kemudian Perancis, saya menyadari bahwa setiap negara memiliki tema masing-masing yang memikat hati dan membuat saya semakin tergila-gila dengan dunia traveling. Di Paris, saya tak bisa menggambarkan dengan kata-kata betapa bahagia dan bersyukurnya hati saya pada waktu itu, karena semua hal di sana begitu memukau dan luar biasa. Inilah sebabnya mengapa saya terus mencari dan mengeksplorasi tempat-tempat baru, karena ada begitu banyak keindahan di dunia ini yang belum terungkap.


Paris di Malam Hari
Sinar Kota Paris menyambut kedatangan saya untuk pertama kalinya

Menyambut Keindahan Paris di Kegelapan Malam

Setelah melalui perjalanan yang panjang dari Jerman naik bus, akhirnya saya tiba di Belgia dan memutuskan untuk singgah sejenak di apartemen tempat saya tinggal. Sambil menunggu jadwal bus jurusan Brussels-Paris, saya menghubungi teman baik saya yang kami kenal dari komunitas Couchsurfing. Dia dengan ramah akan menjemput saya di terminal bus Quai de Bercy, dan semangat saya semakin membara menunggu perjalanan selanjutnya ini.


Saat jadwal keberangkatan semakin dekat, saya tidak bisa membiarkan bus yang sudah saya booking pergi meninggalkan saya begitu saja, jadi saya dengan penuh kesabaran menunggu di terminal bus selama sekitar satu jam. Meskipun menunggu lama terasa membosankan, saya sangat berhati-hati dengan jadwal dan memastikan agar tidak melewatkan bus yang sangat saya tunggu-tunggu.


Singkatnya, setelah kondektur memeriksa paspor kami, kami akhirnya berada di dalam bus dan bersiap-siap untuk perjalanan selama beberapa jam. Saya melihat para penumpang bus yang asyik mengobrol dalam bahasa Perancis, sementara saya memandang keluar jendela dengan rasa syukur yang memenuhi hati. Saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari pemandangan luar yang luar biasa dan tak henti-hentinya bersyukur atas semua yang telah Allah berikan kepada saya.


Lahan Perkebunan di Perjalan Brussels - Paris
Menikmati keindahan lahan perkebunan selama di perjalanan

Ketika matahari terbenam dan Paris semakin dekat, saya merasakan getaran dalam hati yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Matahari pun memberikan senyuman indah kepada saya seolah-olah mengatakan, "Selamat datang di Paris, Yadi! Nikmatilah setiap detiknya dengan hati yang gembira". Saya merasa sangat bahagia dan bersyukur atas kesempatan ini, dan dengan hati yang penuh sukacita, saya bersiap-siap untuk mengeksplorasi kota cinta ini dengan penuh semangat.


Pada saat itu, terjadi sebuah momen yang mirip dengan di Indonesia, di mana setelah perjalanan yang panjang, sopir bus memberi kesempatan kepada para penumpang untuk berhenti sejenak di pemberhentian bus. Beberapa penumpang keluar untuk membeli makanan, pergi ke toilet, atau bahkan hanya duduk rebahan sejenak. Saya memutuskan untuk membeli french fries, namun terdapat kendala karena semua menu tertulis dalam bahasa Perancis. Beruntungnya, ada seorang yang baik hati membantu saya memesan makanan tersebut. Tak lama setelah itu, kami kembali ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan.



Tiba-tiba waktu berlalu begitu cepat, dan kami akhirnya tiba di stasiun bus Quai de Bercy. Saya keluar dari bus dan segera menghubungi teman saya. Dia datang dengan membawa dua sepeda, satu miliknya dan satu lagi sepeda sewa. Selama perjalanan menuju ke apartemennya, saya merasakan perpaduan rasa syukur, terharu, dan kagum melihat keindahan Paris di malam hari. Dalam hati saya terus bertanya-tanya, "Ya Rabb, bagaimana bisa saya sampai ke sini? Padahal saya hanya lahir di sebuah kampung terpencil. Terima kasih atas hadiah indah ini". Mimpi saya menjadi kenyataan, saya tidak hanya melihat Menara Eiffel dari buku, tetapi bisa melihatnya dengan jelas dan mempesona di malam hari secara langsung.


Perjalanan kami melintasi sungai-sungai di mana orang-orang berkumpul, bercanda, dan saling bercerita dengan penuh kasih sayang. Saya merasa begitu terkesima dan merasa tidak sendirian di kota ini, meskipun saya bepergian seorang diri. Inilah keunikan dari kota ini, memberikan rasa nyaman bagi siapa pun yang mengunjunginya.


Yadi di Menara Eiffel
Akhirnya bisa melihat Menara Eiffel secara langsung!

Seharian Jalan Keliling Paris

Pagi telah tiba, cuaca mendukung, teman saya bersiap-siap untuk bekerja, dan saya siap menjelajahi kota Paris sepanjang hari. Saya telah mandi dan sarapan, dan teman saya telah pergi bekerja. Saya merasakan atmosfer khas Paris saat saya mulai menginjakkan kaki ke luar apartemen. Sepanjang jalan, saya menemukan jembatan yang dipenuhi dengan gembok cinta, bertuliskan nama-nama pasangan yang memercayai bahwa dengan menuliskan kedua nama mereka di sana, hubungan mereka akan abadi.


Yadi di sekitar Musée du Louvre
Menikmati suasana sekitar Musée du Louvre

Namun, petualangan saya tidak berhenti di situ. Saya mengunjungi tempat-tempat unik yang menawarkan pengalaman yang berbeda-beda. Saya masuk dan keluar gedung hanya karena rasa penasaran, melihat-lihat toko-toko di pasar yang sunyi, dan mengunjungi museum Musée de l'Armée yang menawarkan keindahan artistik bangunan-bangunannya. Saya menjelajah kota ini selama seharian, namun kelelahan tidak menghampiri saya. Sebaliknya, rasa capek menjadi sebuah pengalaman menarik yang nanti bisa saya ceritakan kepada orang lain.


Makan Siang Kebab di Paris
Setelah berusaha mencari makanan halal, akhirnya ketemu juga!

Dalam petualangan ini, saya juga menemukan beberapa culture shocks. Mencari makanan halal tidaklah mudah, namun akhirnya saya menemukan sebuah restoran Turki yang menyajikan berbagai macam menu kebab. Saat mencari toilet, saya terkejut dengan kebersihan yang kurang memuaskan. Namun, saya sadar juga bahwa tanggung jawab kebersihan itu ada pada kita semua. Terakhir, saya juga mengalami culture shock ketika bertanya dalam bahasa Inggris, karena beberapa orang Perancis merasa sensitif terhadap penggunaan bahasa tersebut. Mungkin latar belakang historis antara Prancis dan Inggris masih mempengaruhi hubungan di antara masyarakatnya sampai saat ini.


Teman-teman Yadi di Paris
Stephane, Saya, dan Oscar

Malam Kedua Menjelajahi Paris Bersama Teman-teman

Paris memang dikenal sebagai kota yang tak pernah tidur. Dan malam itu, Stephane mengajak saya dan Oscar untuk menjelajahinya. Sepeda-sepeda yang dipinjamkan oleh Stephane pun siap mengantar kami berkeliling Paris yang mulai gelap. Tidak hanya melalui jalur sepeda biasa, Stephane membawa kami melalui jalan-jalan pintas yang penuh tantangan dan menguras tenaga.


Tiba di sebuah bar, suasana semakin memanas ketika dua teman saya memesan minuman beralkohol. Namun, saya tetap memesan minuman soda biasa, mengagumi musisi yang tampil di hadapan kami. Kemudian, malam itu semakin berwarna ketika kami bertemu dengan dua teman perempuan baru, Roman dan Mercedez. Kami mengobrol dan bersenang-senang bersama hingga akhirnya bertemu dengan seorang seniman bernama Yorgan di sebuah tepi sungai.


Drama mulai terjadi ketika teman kami, Roman, jatuh hati pada Yorgan si seniman tersebut, tetapi pada akhirnya Yorgan hanya menganggapnya sebagai seorang teman. Malam yang tidak terlalu spesial bagi saya itu nyatanya menjadi bumbu yang menarik di kota cinta ini. Seperti menonton sebuah film, namun ini terjadi di dunia nyata. Waktu terus berlalu, kami mengobrol dan tertawa bersama hingga benar-benar larut, sekitar pukul 3 pagi.


Ketika rasa kantuk menyerang, kami pun harus pulang kembali ke tempat masing-masing. Bagi saya, besok adalah jadwal untuk meninggalkan kota romantis ini. Namun, malam itu akan selalu dikenang sebagai pengalaman yang mengesankan dan tak terlupakan. Paris, you have left an indelible mark on my heart. Thank you for all the memories and experiences that will stay with me forever! 😊


Sungguh tak terbantahkan bahwa perjalanan saya di kota romantis ini memberikan beberapa pelajaran yang amat berharga bagi diri saya. Ada tiga sorotan pelajaran yang kini terpatri dalam kenangan saya dan ingin saya refleksikan dengan penuh rasa syukur.


Yadi di depan Gedung Académie Nationale de Musique
Depan Gedung Académie Nationale de Musique

1. Semuanya Sama Saja

Pelajaran yang saya ambil dari kunjungan saya ke kota cinta ini pertama-tama mengajarkan saya betapa pentingnya memahami bahwa popularitas tidak selalu menjamin kualitas suatu tempat. Di Paris, saya menemukan beberapa budaya baru yang bisa jadi lebih baik atau lebih buruk daripada di Indonesia. Setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan dalam berbagai konteks yang berbeda, sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa segala sesuatunya di luar negeri pasti bersih dan teratur.


Poin pentingnya adalah kita tidak boleh menganggap bahwa kita yang belum pernah ke luar negeri tahu segalanya. Kita juga harus memahami bahwa di luar negeri masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti kebersihan toilet umum yang masih belum memadai di beberapa tempat, termasuk di Paris. Saya menemukan toilet umum yang masih kotor dan belum dibersihkan dengan baik, hal ini mengejutkan saya sendiri karena sebelumnya saya selalu mengira bahwa di luar negeri segala sesuatunya sudah sempurna.


Sebenarnya, saya sudah menjelaskan hal ini di postingan sebelumnya, tetapi saya ingin mengingatkan kembali bahwa kita harus bersyukur berada di negara kita sendiri.


Yadi di Luxor Obelisk, Place de la Concorde, Paris
Luxor Obelisk, Place de la Concorde, Paris

2. Mewarnai Hidup dengan Kehadiran Banyak Teman

Kehidupan telah mengajarkan saya tentang pentingnya memiliki banyak teman, terutama ketika kita berada di lingkungan yang asing. Diam dalam kesendirian hanya akan membuat hidup terasa menyedihkan. Pertemananlah yang mempertemukan kita semua.


Penting untuk memiliki prinsip yang baik dan berpikiran terbuka dalam menjalin pertemanan. Berpikiran terbuka tidak berarti menyerap informasi begitu saja tanpa pertimbangan, namun cerdas dalam menerima informasi dari luar dan tidak mudah terpengaruh hanya demi penerimaan sosial.


Mereka juga akan menghargai pandangan kita jika kita menghargai mereka. Misalnya, ketika mereka memesan alkohol, kita tidak harus mengikutinya hanya untuk terlihat akrab. Kita bisa bersosialisasi dengan mereka tanpa melanggar prinsip kita dan mereka akan menghargainya.


Mempunyai banyak teman akan membawa kita pada berbagai cerita menarik di masa depan, yang menjadi kenangan indah di usia tua. Seperti Nabi Adam di surga, Siti Hawa diciptakan untuk membuatnya tidak merasa kesepian. Oleh karena itu, belajarlah untuk memiliki banyak teman dengan menjalin pertemanan yang baik dan berpikiran terbuka.


Yadi di Seine River
Seine River, Paris

3. Berbeda antara Memaksakan dan dengan Sepenuh Hati

Terakhir, pelajaran yang sangat berkesan bagi saya adalah menyadari betapa pentingnya melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, sehingga saya merasa tidak terpaksa dan tidak merasa lelah secara batin. Bagi saya, kelelahan fisik dan kelelahan mental adalah dua hal yang sangat berbeda. Ketika tubuh saya merasa lelah tetapi semangat saya masih berkobar-kobar dan merasa terus bersemangat untuk belajar, saya merasa tetap berenergi dan sehat secara batin. Saya merasakan ini saat saya menjelajahi kota cinta ini dari pagi hingga dini hari, meski tubuh saya mungkin merasa sangat lelah, semangat saya justru semakin membara karena saya hanya memiliki waktu dua hari dan dua malam untuk menjelajahi semuanya.


Namun, ada pula di antara kita yang memiliki tubuh yang sehat, namun jiwanya seakan sudah mati dan inilah masalah terbesar yang dihadapi banyak orang. Apakah pernah mendengar rasa malas, kurang termotivasi, stres berat, atau perasaan negatif lainnya? Hal-hal ini merupakan tanda bahwa jiwa kita sedang dalam keadaan mati dan bahkan bisa menjadi sangat buruk hingga kita berisiko mengalami gangguan mental. Orang yang memiliki masalah jiwa ini sering kali kehilangan semangat untuk hidup, berpikir, dan berjuang. Oleh karena itu, pengendalian pikiran menjadi sangat penting sebagai kunci untuk mengatasi masalah ini. See you on the next post! 😊

No comments:

Post a Comment

Pages