Halo teman-teman Caravel, selamat datang kembali di postingan selanjutnya. Setelah sebelumnya mimin Caravel menulis tentang Teori Tipologi Kepribadian dari Carl Jung. Kali ini kita akan masuk ke salah satu bagian paling penting dalam teori MBTI, yakni 8 fungsi kognitif, bagaimana cara mengurutkannya (stack), serta bagaimana kita merespons dunia melalui dua pendekatan utama, yaitu perceiving dan judging. Artikel ini akan membantu kita memahami bukan hanya “tipe” seseorang, tetapi proses berpikir di balik perilaku kita.
Versi Video Pembelajaran
Perilaku Berasal dari Proses Kognitif
Sebelum membahas lebih dalam, kita perlu mengingat satu hal penting bahwa perilaku seseorang selalu berangkat dari proses kognitif. Misalnya, ada dua anak yang sama-sama membantu orang tuanya. Secara perilaku terlihat sama. Namun, motif dan proses berpikir mereka bisa sangat berbeda. Di sinilah fungsi kognitif berperan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Jung dalam bukunya Psychological Types. Kemudian dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers dan Katharine Cook Briggs menjadi sistem 16 tipe kepribadian yang kita kenal sekarang sebagai Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).
Dua Cara Kita Merespons Dunia: Perceiving dan Judging
Dalam teori MBTI, saat berinteraksi dengan dunia luar, secara umum kita menggunakan dua pendekatan:
1. Perceiving (Menerima Informasi)
Kita mengumpulkan informasi terlebih dahulu, baru kemudian mengambil keputusan.
2. Judging (Mengambil Keputusan)
Kita cenderung ingin segera membuat keputusan atau penilaian, lalu menyesuaikan informasi yang masuk.
Semua orang memiliki keduanya. Namun, setiap orang memiliki prioritas/kecenderungan berbeda-beda.
Fungsi Perceiving: Sensing dan Intuition
Perceiving terbagi menjadi dua:
Sensing (S)
Fokus pada fakta, detail, dan hal konkret. Informasi diterima berdasarkan panca indra.
Contoh:
- Melihat sendok → ya itu sendok.
- Melihat pohon → ya itu pohon.
Kelebihan:
- Detail-oriented
- Realistis
- Tidak mudah overthinking
Kekurangan:
- Bisa terlalu terpaku pada hal konkret
Intuition (N)
Fokus pada pola, makna, konsep, dan kemungkinan di balik fakta.
Contoh:
- Melihat pohon → memikirkan makna, ekosistem, SDGs, simbol kehidupan, dan sebagainya.
Kelebihan:
- Visioner
- Kreatif
- Melihat kemungkinan besar
Kekurangan:
- Rentan overthinking
- Terlalu abstrak
Fungsi Judging: Thinking dan Feeling
Judging juga terbagi dua:
Thinking (T)
Mengambil keputusan berdasarkan logika dan objektivitas.
Kelebihan:
- Rasional
- Objektif
- Tegas
Kekurangan:
- Bisa terkesan kaku
- Kurang mempertimbangkan emosi
Feeling (F)
Mengambil keputusan berdasarkan nilai dan relasi antar manusia.
Kelebihan:
- Empati
- Mempertimbangkan harmoni
- Sensitif terhadap hubungan
Kekurangan:
- Bisa terlalu subjektif
- Terlalu mempertimbangkan perasaan
Introvert dan Ekstrovert
Setiap fungsi kognitif memiliki dua orientasi energi:
1. Introverted (I) → fokus ke dalam (reflektif)
2. Extraverted (E) → fokus ke luar (ekspresif)
Ini bukan soal pemalu atau tidak, tetapi arah perhatian mental. Karena ada 4 fungsi utama (S, N, T, F) dan masing-masing punya versi introvert dan ekstrovertnya, maka totalnya menjadi 8 Fungsi Kognitif.
Delapan Fungsi Kognitif
1. Sensing
Introverted Sensing (Si)
- Fokus pada pengalaman masa lalu
- Nyaman dengan rutinitas
- Cenderung mempertahankan comfort zone
- Contoh: tetap menaruh pot bunga di sudut yang sama meskipun pindah rumah.
Extraverted Sensing (Se)
- Responsif terhadap lingkungan
- Suka pengalaman baru
- Spontan dan eksploratif
- Contoh: menaruh pot bunga di sudut yang berbeda setiap pindah rumah.
2. Intuition
Introverted Intuition (Ni)
- Fokus pada satu visi
- Melihat pola mendalam
- Tidak mudah terdistraksi
- Ibarat berjalan di dalam gua gelap dengan satu tujuan, yakni keluar.
Extraverted Intuition (Ne)
- Melihat banyak kemungkinan
- Kreatif
- Menghasilkan banyak ide
3. Thinking
Introverted Thinking (Ti)
- Analisis mendalam
- Skeptis
- Memvalidasi kebenaran secara internal
Extraverted Thinking (Te)
- Efisien
- Menggunakan fakta eksternal
- Sistematis dan terstruktur
4. Feeling
Introverted Feeling (Fi)
- Fokus pada nilai pribadi
- Reflektif
- Autentik terhadap perasaan diri
Extraverted Feeling (Fe)
- Fokus pada harmoni sosial
- Mudah bersimpati
- Peduli relasi antar manusia
Prinsip Pasangan Fungsi (Opposite Function)
Setiap fungsi memiliki pasangan kebalikan:
- Si ↔ Ne
- Se ↔ Ni
- Ti ↔ Fe
- Fi ↔ Te
Jika satu fungsi dominan, pasangan kebalikannya biasanya ditekan atau kurang disadari.
Contoh:
- Dominan Si → cenderung lemah di Ne
- Dominan Fi → cenderung lemah di Te
Stack Fungsi Kognitif (Urutan dalam Diri Kita)
Setiap tipe MBTI memiliki 4 fungsi utama dalam urutan:
- Dominan → fungsi terkuat, membentuk identitas
- Auxiliary → fungsi pendukung, menyeimbangkan dominan
- Tertiary → berkembang belakangan
- Inferior → fungsi terlemah, sumber tantangan
Keempat fungsi ini membentuk ego kita.
Contoh:
INFJ
- Dominan: Ni
- Auxiliary: Fe
- Tertiary: Ti
- Inferior: Se
Seiring bertambahnya usia dan kematangan, fungsi tertiary dan inferior mulai lebih disadari dan dikembangkan. Namun, perlu diingat juga bahwa kematangan fungsi tidak ada patokan di umur berapa karena lingkungan dan kesadaran diri sangat berpengaruh.
Cara Menentukan Fungsi Kognitif dari Kode MBTI
Contoh: ENFJ
Huruf pertama (E) → dominan bersifat ekstrovert
Huruf terakhir (J) → fungsi dominan adalah judging
Judging terdiri dari T atau F → di sini F
Maka fungsi dominan: Fe
Langkah berikutnya:
Auxiliary harus berlawanan orientasi → Ni
Tertiary → Se
Inferior → Ti
Hasilnya:
Fe – Ni – Se – Ti
Contoh lain: ISFP
Huruf pertama I → dominan introvert
Huruf terakhir P → perceiving eksternal
Maka fungsi kedua: Se
Fungsi pertama: Fi
Hasil stack:
Fi – Se – Ni – Te
Kenapa Ini Penting?
Karena semua orang memiliki delapan fungsi kognitif. Perbedaannya hanya pada urutan dan kecenderungan penggunaan. Dengan memahami fungsi kognitif:
- Kita bisa memahami diri sendiri
- Kita bisa memahami orang lain
- Kita bisa melihat sumber insecurity dari fungsi inferior
- Kita bisa mengembangkan sisi yang kurang seimbang
MBTI bukan sekadar label. Jika hanya menilai dari huruf tanpa memahami fungsi kognitifnya, maka ia bisa terlihat seperti pseudosains. Namun, jika kita memahami struktur fungsi di baliknya, kita melihat kerangka psikologis yang lebih dalam.
Intinya, setiap orang memiliki delapan fungsi kognitif, tetapi dengan urutan yang berbeda. Urutan inilah yang membentuk kecenderungan berpikir, bertindak, dan merespons dunia. Semakin kita menyadari fungsi dominan dan inferior kita, semakin matang cara kita berinteraksi dengan dunia. Jika masih ada yang membingungkan, diskusikan saja. Semoga bermanfaat 🙌

No comments:
Post a Comment