Mata Kuliah Pendidikan Bahasa Inggris - Grammar in Written/Spoken Discourse


Hai Sobat Caravel! Ketika kita masuk program studi Bahasa Inggris, pasti salah satu yang terlintas di pikiran kita, yaitu belajar Grammar. Iya kan? 😆 Ternyata mata kuliah ini banyak sekali cabangnya, mulai dari Contemporary Grammar sampai ke Grammar in Multimodal Discourse. Nah, setelah sebelumnya membahas tentang Mata Kuliah Pendidikan Bahasa Inggris - Literature in English Language Teaching (ELT), di postingan kali ini, saya akan membahas dua mata kuliah yang penting sekali untuk kalian ke depannya. Kedua mata kuliah ini namanya Grammar in Written Discourse dan Grammar in Spoken Discourse. Ilmu dari mata kuliah ini sangat bermanfaat sekali untuk kita ke depannya sampai di dunia pekerjaan pun dengan bekal ilmu ini kalian akan lebih peka terhadap penggunaan sebuah bahasa. Dulu total SKS mata kuliah ini 3 SKS untuk masing-masing mata kuliah. Apakah ada prequisite skill atau kemampuan prasyarat sebelum masuk mata kuliah ini? Jawabannya, iya. Beberapa tahun ke belakang muncul salah satu mata kuliah Contemporary English Grammar. Ini dikarenakan ketika kita masuk mata kuliah Grammar in Written Discourse, setidaknya hal-hal dasar berkenaan dengan Tata Bahasa Inggris sudah dipahami. Kasusnya adalah ada beberapa mahasiswa yang masuk Pendidikan Bahasa Inggris, tetapi masih merasa kurang dalam pengetahuan Tata Bahasa Inggris. Oleh karena itu, munculah mata kuliah Contemporary English Grammar sebagai fondasi untuk mata kuliah grammar selanjutnya. Di mata kuliah Contemporary English Grammar ini, kita akan mempelajari hal-hal dasar seperti jenis kata, derivasi, infleksi, bentuk waktu, dan sebagainya.  Lebih jelasnya, kalian dapat melihat proses di bawah ini.



Deskripsi Mata Kuliah

1. Grammar in Written Discourse

Aloysius (2011) mendefinisikan bahwa discourse atau wacana adalah segala bentuk komunikasi yang lebih dari sekedar jajaran kalimat-kalimat. Di semua mata kuliah ini, kita akan belajar untuk berpikir lebih kritis terhadap wacana yang berada di sekitar kita. Lebih jelasnya, di mata kuliah Grammar in Written Discourse, kita akan mempelajari beberapa hal penting untuk menganalisis wacana dalam bentuk tulisan seperti mengenali jenis-jenis kalimat, kekohesifan kalimat, koherensi paragraf, tone, formalitas, tanda baca, fragmen kalimat, run-on sentences dan sebagainya. Elemen-elemen tersebut memengaruhi bagaimana sebuah arti akan ditanggapi oleh penerima teks tersebut. Contoh beberapa wacana dalam bentuk tulisan ada pada esai, memo, surat, laporan, novel, cerita pendek, dan lainnya. Misalnya, kita ingin menulis sebuah personal essay untuk daftar beasiswa atau masuk perguruan tinggi. Tentunya, jika kita sudah mengambil mata kuliah ini, hasil yang diharapkannya adalah kita mampu memaksimalkan proses penulisan esai kita dengan berpikir lebih mendalam dan sadar terhadap pentingnya features of written language dalam proses penulisan sebuah teks yang disebutkan tadi. Misalnya, salah satu kasus yang sering terjadi ketika menulis esai, yaitu kita menulis kalimat yang membingungkan pembaca atau biasa disebut run-on sentences. Setelah mengetahui bahwa run-on sentences tidak baik, maka salah satu manfaat dari mata kuliah ini, yakni setidaknya kita sadar bahwa kasus ini harus dihindari ketika menulis esai karena akan membingungkan pembaca nantinya.


2. Grammar in Spoken Discourse

Berbeda dengan Grammar in Written Discourse, mata kuliah ini lebih berfokus pada wacana dalam bentuk lisan. Di mata kuliah ini yang akan kita pelajari adalah mengenali elemen-elemen apa saja yang ada ketika seseorang berbicara. Lebih jelasnya, kita akan mempelajari materi seperti intensifiers, hedging, vague language, fillers, dan sebagainya. Namun, Beberapa unsur bahasa yang ada di mata kuliah ini juga ada di mata kuliah Grammar in Written Discourse seperti hedging, fillers, instensifiers, dan yang lainnya juga. Misalnya, dalam penggunaan hedging dan vague language, ketika kita berbicara "I kind of agree with you" atau "I agree with you", kedua ujaran tersebut sekilas memang terlihat sama, tetapi dengan menggunakan hedging - vague language "kind of" akan menjadi kurang meyakinkan dan tidak jelas apakah dia setuju atau tidak setuju. Hedging di sini adalah kata atau frasa yang memberikan efek dari apa yang kita katakan ke orang lain kurang meyakinkan atau kurang kuat (Becca et a., 2022). Selain itu, "kind of" di sini juga bagian dari vague language yang mana fungsinya untuk membuat suatu ujaran terdengar terlalu terang-terangan (Alkathnai, 2017). Dengan ilmu ini, tentunya ketika kita berada dalam suatu diskusi atau mendengarkan orang lain berbicara, kita setidaknya dapat memahami lebih dalam makna sebenarnya dari wacana lisan yang diproduksi oleh interlokutor tersebut. Hal penting terakhir yaitu, ada beberapa unsur bahasa di Spoken Language yang tidak ada di Written Language seperti volume karena di Spoken Language kita melibatkan volume ketika memproduksi sebuah wacana. Sementara itu, di Written Language, kita bisa menggunakan tanda baca tidak seperti di Spoken Language


Persiapan Mata Kuliah Grammar in Written/Spoken Discourse

1. Grammar in Written Discourse

  • Coba memahami jenis-jenis teks yang sudah kita pelajari sewaktu SMP atau SMA seperti teks deskripsi, teks prosedur, teks laporan, teks naratif dan teks yang lainnya. Ini akan membantu kalian memahami tujuan dari teks tersebut berbeda.
  • Pelajari apa itu Pragmatics karena ada hubungannya dengan wacana. Cabang ilmu lingustik ini, Pragmatics, lebih fokus ke bagaimana tujuan atau ketertarikan kita membentuk sebuah wacana. Misalnya, ada beberapa orang yang sudah terbiasa membeli sate di pedagang tersebut dan mereka seringkali mengatakan "Bang, saya dibungkus ya pake cabe juga". Mungkin kalau ada bule yang baru belajar Bahasa Indonesia bakalan terkejut karena wacana ini terbentuk dari kebiasaan atau ketertarikan sekumpulan orang-orang di sana terbiasa memesan begitu.
  • Di semester pertama, jika kita sudah mempelajari mata kuliah Contemporary English Grammar, ingatlah ilmu itu akan menjadi penolong kita juga di mata kuliah ini. Jadi, maksimalkan di mata kuliah Contemporary English Grammar.
  • Maksimalkan kemampuan Tata Bahasa Inggris kita dari awal karena ini akan menjadi salah satu modal utama yang diperlukan untuk menulis apapun termasuk menulis motivation letter, personal statement, dan CV untuk daftar masuk kuliah ke jenjang selanjutnya. Bahkan di dunia pekerjaan pun kemampuan ini akan berguna karena tidak menutup kemungkinan kita akan terlibat dengan hal-hal yang memerlukan kemampuan menulis.


2. Grammar in Spoken Discourse

  • Di mata kuliah ini akan sangat berbeda sekali karena wacana dalam bentuk lisan ini lebih spontan dan akan banyak membahas tentang bagaimana kata-kata tertentu yang kita gunakan akan direspon oleh interlokutor.
  • Kalian bisa cari di Google apa saja unsur-unsur kebahasaan yang ada dalam wacana lisan dengan kata kunci "Spoken Language Features". Kemudian pelajari satu per satu kesamaan dan perbedaannya satu sama lain. Ini akan membantu kalian lebih memahami selama di dalam kelas. Jika kita terlalu 0, ada kemungkinan kita bingung dengan istilah-istilah baru tersebut.
  • Untuk menghafal istilah-istilahnya yang ada di mata kuliah ini, kita bisa menggunakan metode Spaced Repetition System (SRS) dengan aplikasi Ankidroid di Play Store.
  • Jika ada beberapa istilah yang masih belum dipahami, coba diskusikan dengan teman atau tanyakan ke dosen. Terakhir, jika belum mengerti, cari di YouTube atau situs-situs lainnya.
  • Supaya ilmu dari mata kuliah ini bermanfaat, tentunya kalian bisa mencoba secara mandiri untuk lebih sadar dan kritis dari apa yang sedang teman-teman kalian katakan, orang tua, atau siapapun itu karena itulah tujuannya ilmu, yakni untuk diterapkan bukan hanya teori saja.
  • Memaksimal mata kuliah ini juga akan membantu kemampuan public speaking atau lebih spesifiknya kemampuan presentasi kita di dalam kelas.
  • Terakhir, di sini kita juga bisa mulai untuk menerapkan prinsip untuk hati-hati dalam bertutur kata. Misalnya, kita selalu berbicara menggunakan kata "denger-denger nih yah... katanya ya... gak tau sih cuma kalo gak salah nih...", otomatis teman kalian yang lebih kritis dan sadar terhadap wacana yang kita produksi adalah sebuah ketidakyakinan dan masih perlu banyak bukti.


Referensi

Alkhatnai, M. (2017). Vague language and its social role. Theory and Practice in Language Studies, 7(2), 122.


Aloysius, D. N. (2011). An Introduction to Discourse Analysis.


Becca, Myra, Ellie, John, Mandy, Simon, Jess, Bethan, Jude, & Alex. (2022). What to do with tentative language. Knowadays. Retrieved January 6, 2023, from https://knowadays.com/blog/what-to-do-with-tentative-language/ 

No comments:

Post a Comment

Pages