Mengetik Makna dan Membedah Esai LPDP, Persiapkan Dirimu!


Halo teman-teman Caravel, selamat datang di postingan selanjutnya! Kali ini, kita akan membedah esai LPDP saya dari awal hingga akhir. Sebelumnya, saya telah berbagi pengalaman tentang bagaimana saya melewati seleksi administrasi LPDP secara umum, lengkap dengan poin-poin refleksinya, Aku dan Segenap Ikhtiarku: Perjuangan Melewati Seleksi Administrasi LPDP. Namun, dalam kesempatan kali ini, saya akan fokus menjelaskan dengan rinci bagaimana saya menyusun esai ini, serta mengisi beberapa borang lain yang tidak kalah pentingnya juga. Saya berharap postingan ini dapat memberikan panduan yang bermanfaat bagi teman-teman semua yang akan mengikuti LPDP. Mari kita mulai membedah esainya bersama-sama! Selamat membaca!


Screenshot Instruksi Penulisan Esai LPDP

Esainya dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Ketika saya pertama kali ingin menulis essay LPDP ini, pertanyaan besar muncul di benak saya "sebaiknya saya menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?" Setelah mempertimbangkan dengan cermat, saya akhirnya memutuskan untuk menulis dalam bahasa Indonesia. Keputusan ini didasarkan pada data-data di CV LPDP saya yang menegaskan bahwa saya memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, terutama karena saya telah mengambil jurusan pendidikan bahasa Inggris sebelumnya. Namun, saya menyadari bahwa ini hanya masalah preferensi personal. Jadi, jika seseorang memilih untuk menulis CV-nya dalam bahasa Inggris, maka esainya juga dapat ditulis dalam bahasa Inggris.


Menariknya, ada teman saya yang menulis esai dalam bahasa Inggris dan berhasil sukses lolos di LPDP. Namun, bagi saya, alasan utama memilih bahasa Indonesia adalah karena saya merasa mampu menyampaikan emosi secara lebih ekspresif melalui bahasa yang menjadi pilihan sehari-hari saya, dan saya juga memiliki lebih banyak kosakata dalam bahasa Indonesia. Tak hanya itu, ada teman saya yang mengambil jurusan yang tidak berkaitan dengan bahasa dan tujuan studinya adalah ke luar negeri. Meskipun begitu, dia tetap memilih untuk menulis esai dalam bahasa Indonesia dan berhasil lulus.


Ini membuktikan bahwa menulis esai dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia sebenarnya bukan masalah besar. Yang paling penting adalah kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas dan menggambarkan diri secara autentik. Setiap penulis memiliki preferensi dan kenyamanan tersendiri. Jadi, pilihlah bahasa yang membuat kita mampu mengekspresikan diri dengan sebaik-baiknya.


Coretan Kerangka Esai Saya

Menulis Outline atau Kerangka Esai Terlebih Dahulu

Selanjutnya, hal yang perlu kita perhatikan adalah menuliskan outline atau kerangka esai agar tulisan kita lebih tertata dan mudah dipahami oleh pembaca. Pertama kali, saya melihat instruksi esai yang diberikan oleh LPDP, yaitu komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia. Kemudian saya membaginya menjadi beberapa poin-poin berikut:


1. Komitmen kembali ke Indonesia.

2. Rencana pasca studi.

3. Rencana kontribusi di Indonesia.


Selanjutnya, tentukan target jumlah kata yang sesuai dengan batas yang diberikan. Pada waktu itu, batasan maksimal adalah 2000 kata, sehingga saya menargetkan 1800 kata untuk menjaga keseimbangan antara konten yang cukup komprehensif dan tidak terlalu memaksakan bagi pembaca. Kemudian, saya membagi jumlah kata tersebut menjadi tiga bagian, masing-masing 600 kata untuk setiap poin di atas.


Dulu, saya berpikir bahwa 600 kata untuk setiap poin dirasa terlalu panjang untuk satu paragraf. Kemudian, saya menuliskan setiap poin ke dalam tiga paragraf yang masing-masing ditargetkan sekitar 200 kata. Dengan demikian, saya berpikir pembaca akan dengan mudah mengikuti alur pikiran dan ide yang disampaikan dalam setiap poin.


Ingatlah bahwa menulis esai ini bukan tugas yang dapat diselesaikan dalam waktu sekejap. Saya melakukan persiapan dari jauh-jauh hari dan mengerjakannya secara bertahap. Misalnya, di satu hari fokus pada mencapai target jumlah kata dan merencanakan ide-ide yang ingin dituliskan. Kemudian, di hari berikutnya, fokus pada penulisan satu paragraf sekitar 200 kata atau mungkin dua paragraf sekitar 400 kata, tergantung pada waktu yang kita miliki.


Selain itu, penting juga untuk menemukan lingkungan yang nyaman dan tenang saat menulis esai. Saya menulis di tempat yang nyaman, seperti depan rumah saudara yang dikelilingi oleh pemandangan tanaman hijau. Bahkan, mengambil waktu untuk pergi ke tempat yang jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk sehari-hari dapat membantu menenangkan pikiran dan memungkinkan refleksi lebih mendalam. Proses ini sangat menguras energi dan pikiran terutama ketika memilah dan memilih apa yang relevan untuk disampaikan dalam CV dan esai saya.


Sebelum saya membedah inti esai utamanya, saya juga melengkapi beberapa borang yang tak kalah pentingnya. Mulai dari mengisi borang kekuatan atau kelebihan, hingga borang yang membedakan saya dari peserta lainnya di bawah berikut.


Borang Kekuatan/Kelebihan

Mengisi Borang Kekuatan/Kelebihan (Strong Points)

Dalam menulis borang-borang ini, setiap orang tentunya memiliki strategi unik yang mereka gunakan, dan saya pun memiliki cara sendiri yang ingin saya bagikan. Pertama-tama, ketika mengisi poin kelebihan, beberapa orang mungkin memilih untuk menulis secara deduktif, yaitu dari umum ke khusus. Meskipun itu adalah cara itu juga bisa, saya lebih memilih untuk mengisi borang secara induktif, dari khusus ke umum, karena merasa lebih nyaman dengan pendekatan tersebut.


Lebih jelasnya, dalam menyampaikan data-data mengenai tindakan-tindakan yang sudah saya lakukan atau sedang saya lakukan sampai sekarang, saya tidak merasa perlu untuk menyebutkan bahwa saya adalah orang yang rajin. Saya lebih suka hanya menyebutkan apa yang sudah dan sedang saya lakukan dalam satu tema atau framing yang ingin saya sampaikan kepada pembaca.


Misalnya, framing yang ingin saya sampaikan adalah bahwa saya adalah orang yang rajin, berdedikasi dalam dunia pendidikan, dan tertarik pada teknologi. Saya membentuk framing ini karena jurusan yang saya ambil memiliki beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan pendidikan dan teknologi, yang merupakan salah satu ketertarikan saya dalam mengambil jurusan tersebut di universitas tujuan studi saya. Saya percaya bahwa pendekatan ini akan memudahkan saya ketika diwawancara, apabila saya lolos dalam seleksi substansi nanti.


Sebagai contoh, dapat dilihat pada screenshot di atas, saya menyusun daftar tindakan-tindakan yang sudah dan sedang saya lakukan sampai saat ini, yang sesuai dengan framing yang sudah saya sebutkan tadi. Keuntungannya adalah saya tidak perlu secara langsung menyebutkan kata-kata sifat seperti rajin, berdedikasi, dan tertarik pada teknologi. Data-data yang saya tuliskan akan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca tanpa perlu secara eksplisit menyebutkan tiga kata sifat tersebut.


Dengan strategi yang saya gunakan tersebut, saya berharap dapat lebih terfokus dan menghadirkan informasi yang relevan tanpa harus menyajikan kata-kata sifat yang terkesan mengambang. Semoga cara ini membantu saya memberikan gambaran yang jelas dan autentik tentang diri saya pada tim seleksi.


Borang Kelemahan/Kekurangan

Mengisi Borang Kelemahan/Kekurangan (Weak Points)

Selanjutnya, strategi yang sama dapat diterapkan saat mengisi bagian kelemahan dalam borang. Namun, ada satu hal penting yang harus selalu diingat ketika mengisi bagian kelemahan ini. Di sini, kita tidak hanya menuliskan kelemahan tanpa memberikan solusi, karena jika kita tidak dapat memberikan solusi bagi diri sendiri, hal tersebut dapat menjadi bumerang ketika kita diwawancara.


Sebagai contoh, salah satu poin di atas menyebutkan bahwa kekurangan saya adalah kurang percaya diri dalam kemampuan public speaking, terutama ketika diminta untuk menjadi seorang MC di suatu acara. Namun, saya memberikan solusi untuk diri sendiri, yaitu dengan mengingat bahwa karier impian saya di masa depan membutuhkan kemampuan public speaking ini. Hal ini menjadi dorongan bagi saya untuk mengatasi kelemahan tersebut dan berusaha menguasai kemampuan tersebut. Framing yang ingin saya munculkan di sini adalah bahwa saya telah mengubah keinginan menjadi kewajiban, demi mencapai tujuan karier saya di masa yang akan datang.


Borang Pengalaman Membanggakan

Mengisi Borang Pengalaman Membanggakan

Dalam borang pengalaman yang membanggakan, kita mengamati pengalaman kita di masa lalu dan, jika memungkinkan, memasukkan pengalaman yang benar-benar berarti dan memberikan pelajaran berharga bagi diri kita. Tentunya, pengalaman yang kita tuliskan harus sesuai dengan tujuan utama kita dalam melamar beasiswa LPDP.


Sebagai contoh, ada seseorang yang pernah mengajar untuk pertama kalinya di daerah terpencil, di mana banyak anak-anak yang sangat bersemangat untuk belajar dan menimba ilmu dari gurunya. Pengalaman ini mungkin terlihat sederhana bagi kebanyakan orang, tetapi bagi orang tersebut, merupakan pengalaman yang membanggakan. Bagaimana tidak, selain mengajar di daerah terpencil dan tertinggal, dia juga memperoleh pelajaran baru tentang bagaimana efek politik dalam skala internasional dapat mempengaruhi ekonomi hingga ke daerah yang tertinggal tersebut. Orang ini menyebutkan pengalaman ini karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional.


Pada kasus saya sendiri, saya menulisnya dengan mengisahkan pengalaman magang di salah satu negara di Eropa. Framing yang ingin saya bentuk adalah tentang perjuangan saya sebagai seseorang yang berasal dari keluarga prasejahtera. Meskipun dapat melanjutkan pendidikan berkat bantuan Bidikmisi, saya tidak berhenti di situ. Saya memaksimalkan kuliah dengan mengambil peluang, seperti mengikuti kompetisi di kampus, yang akhirnya memungkinkan saya untuk magang di negara pusat Uni Eropa, yaitu Belgia. Pengalaman magang di luar negeri ini menjadi bukti nyata bahwa saya kembali ke Indonesia dengan niat untuk berkontribusi. Saya percaya bahwa ini akan memperkuat komitmen saya untuk kembali lagi ke tanah air.


Seperti yang diketahui, bantuan Bidikmisi dan beasiswa LPDP tidaklah diberikan secara sembarangan, melainkan berasal dari anggaran pendapatan belanja negara atau APBN. Ini artinya, kita memiliki tanggung jawab untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi untuk menjadikan negeri ini lebih baik. Sayangnya, ada beberapa penerima beasiswa yang tersesat di negeri orang dan akhirnya meninggalkan Indonesia selamanya. Inilah yang membuat pengalaman saya sangat berharga dan membanggakan, karena saya mendapatkan pelajaran bahwa sebagai warga negara Indonesia, ada hal-hal yang harus kita syukuri dan ada juga hal-hal lain yang masih harus kita perbaiki. Ini juga berlaku bagi mereka yang tinggal di negara lain, di mana setiap negara memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tugas kita adalah untuk terus berupaya memperbaiki dan menjadikan negeri kita lebih baik lagi. Inilah alasan saya menuliskan pengalaman yang membanggakan tentang pergi ke luar negeri dalam borang ini.


Borang Pengalaman Kurang Membanggakan

Mengisi Borang Pengalaman Kurang Membanggakan

Di bagian borang pengalaman yang kurang membanggakan, saya menyampaikan bahwa pengalaman saya mengajar dari TK sampai SMK masih terbatas dan belum puas. Melalui framing yang menunjukkan ketidakpuasan ini, saya ingin menekankan bahwa saya memiliki ambisi besar untuk meraih lebih banyak pengalaman berharga di dunia pendidikan. Lebih jelasnya, di bagian ini, saya ingin menyampaikan pesan bahwa ketidakpuasan saya bukanlah tentang mengeluh, tetapi tentang dorongan untuk terus berusaha dan mengembangkan diri. Saya berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dan berarti dalam dunia pendidikan di masa depan. Terakhir, saya menyebutkan bahwa puncak karier yang saya impikan adalah menjadi seorang konsultan pendidikan. Saya menyadari bahwa untuk mencapai tujuan ini, saya perlu mengembangkan diri dan terus belajar dari setiap kesempatan yang ada. Oleh karena itu, saya dengan komitmen yang tinggi berusaha untuk terus mengejar dan memperoleh lebih banyak pengalaman di dunia pendidikan.


Borang Hal Terakhir yang Diajarkan kepada Diri Sendiri

Mengisi Borang Hal Terakhir yang Diajarkan kepada Diri Sendiri

Di bagian ini, saya menuliskan prinsip utama dalam hidup saya, karena prinsip ini telah menjadi panduan sejak masa SMK hingga saat ini. Setiap individu tentunya memiliki prinsip utama masing-masing, dan hingga kini, nilai-nilai ini menjadi pijakan dan ajaran penting bagi diri kita.


Pada bagian ini, kita diharuskan merenungkan prinsip utama yang telah membantu kita bertahan dan gigih mencapai tujuan, terutama dalam upaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada screenshot di atas, saya menuliskan bahwa ketika saya memiliki tujuan yang jelas, saya tidak akan merasa kehilangan arah. Prinsip ini menjadi hal yang terus saya pegang, terutama saat saya mengalami masa-masa depresi di masa SMK karena dihadapkan pada kenyataan sebagai seorang yang didiagnosis buta warna, yang pada saat itu memiliki relevansi penting dalam jurusan multimedia yang saya pilih.


Namun, di titik tersebut, saya mulai merencanakan masa depan dengan lebih serius, dengan memahami bahwa ketika saya menetapkan tujuan, arah yang ingin saya capai menjadi jelas dan terarah. Jika di tengah perjalanan, saya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, saya tidak akan memiliki penyesalan, karena saya yakin bahwa segala usaha dan perjuangan yang saya lakukan adalah untuk hal-hal yang positif, dan inshaAllah, akan mendapatkan balasan yang berarti. Prinsip ini menjadi penguat semangat dan keyakinan saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik dalam mencapai tujuan hidup saya.


Borang Kesalahan yang Pernah Dilakukan selama Belajar/Bekerja

Mengisi Borang Kesalahan yang Pernah Dilakukan selama Belajar/Bekerja

Dalam borang ini, kita dapat menuliskan salah satu kesalahan yang pernah kita lakukan selama berada di lingkungan akademik atau pekerjaan. Dalam kasus saya, contohnya adalah ketidaktelitian saya dalam menilai pekerjaan anak-anak di sekolah. Beberapa kesalahan terjadi pada penilaian saya, namun saat dosen memberikan umpan balik, saya menyadari bahwa mengecek kembali hasil pekerjaan adalah hal yang sangat fundamental bagi seorang pendidik. Nilai anak-anak berada di tangan kita, dan kita memegang tanggung jawab besar dalam hal yang terlihat sepele ini.


Dari pengalaman ini, saya memperoleh pelajaran berharga dan kini terbiasa melakukan refleksi diri dalam segala hal. Umpan balik dari dosen tersebut saya sadari sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Saya menerapkannya dengan sungguh-sungguh di sekolah tempat saya mengajar. Mulai saat itu, saya melakukan penilaian secara lebih teliti dan menyeluruh, termasuk dalam penggunaan jurnal reflektif, lembar kerja, proyek video, dan buku catatan. Semua langkah ini menjadi langkah positif dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas penilaian saya sebagai seorang pendidik yang bertanggung jawab. Di sini, saya terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak di bawah bimbingan saya, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi.


Borang Tugas di luar Ruang Lingkup yang Seharusnya

Mengisi Borang Tugas di luar Ruang Lingkup yang Seharusnya

Selanjutnya, saya ingin menjelaskan tentang pengisian borang tugas di luar ruang lingkup yang seharusnya. Di bagian ini, saya mencantumkan beberapa pekerjaan yang pernah saya lakukan di luar bidang keahlian saya pada saat itu, yang sebelumnya berada dalam ranah pendidikan. Dalam hal ini, saya memiliki pengalaman sebagai seorang asisten dosen, di mana selain membantu beliau dalam pekerjaan di ruang lingkup akademik, saya juga diminta untuk mengelola media sosial, mengedit video, membuat pamflet. Selain itu, saya juga mengembangkan website pribadi saya. Di dalam website ini, saya tidak hanya memposting artikel, tetapi juga belajar dasar-dasar HTML, CSS, dan bahasa pemrograman lainnya. Semua ini menunjukkan bagaimana kita dapat mengisikan berbagai macam pekerjaan yang berada di luar bidang keahlian kita pada saat itu.


Borang Pembeda dari Peserta Lainnya

Mengisi Borang Pembeda dari Peserta Lainnya

Terakhir, bagian yang cukup menantang bagi saya pada waktu itu adalah ketika saya harus menuliskan apa yang membedakan saya dari peserta lainnya. Pada awalnya, saya merasa bingung karena tidak yakin tentang hal-hal besar yang sudah saya lakukan selama ini. Namun, pada akhirnya, saya merenung dan menyadari bahwa besarnya suatu prestasi tergantung dari persepsi orang lain. Saya menyadari bahwa saat ini saya berada pada titik yang belum begitu maju dengan sumber daya yang masih terbatas. Namun, tugas saya di sini adalah untuk terus maju dan merencanakan rencana besar jangka panjang ke depannya.


Di bagian ini, saya memutuskan untuk menuliskan hal yang sangat sederhana, yaitu melihat anak-anak Indonesia berhasil, karena bagi saya itu merupakan prestasi yang besar. Saya juga menjelaskan rencana jangka panjang saya, yaitu keinginan untuk memperluas kesempatan mendapatkan pendidikan bagi siapapun melalui situs web yang saya bangun saat ini. Meskipun terlihat sederhana, saya ingin menunjukkan bahwa ruang lingkup keinginan saya dalam dunia pendidikan tidak terbatas hanya pada kampung tempat saya tinggal, tetapi ingin membagikannya melalui website ini dan memberikan harapan kepada mereka bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses melalui teknologi ini.


Intinya, mengisi borang ini memang merupakan bagian yang paling menantang bagi saya, dan mungkin juga bagi beberapa dari kalian. Namun, yang harus diingat adalah bahwa pembeda di sini tidak selalu berarti kita harus mencari hal-hal yang kompleks. Misalnya, pernah berpartisipasi dalam rapat di UN mewakili Indonesia. Prestasi tersebut memang luar biasa, tetapi yang perlu diingat adalah bahwa setiap orang memiliki peran dan poin refleksi masing-masing. Baik itu hal sederhana atau kompleks, jika itu merupakan kontribusi terukur dan membuat negeri kita menjadi lebih baik, itulah keunikan dan identitas dari kita masing-masing. Selain itu, perlu diingat bahwa persepsi manusia selalu subjektif. Beberapa orang mungkin menganggap borang yang saya isi ini kurang baik, biasa-biasa saja, atau bahkan sangat baik. Itulah persepsi orang lain, dan yang perlu kita lakukan adalah tetap mengenali dan menjadi diri kita yang sebenarnya, sehingga nanti saat wawancara, kita dapat menyampaikan visi kita dengan jelas dan bagaimana hal ini bisa membantu kemajuan bangsa ini.


Mengisi Borang Esai 2000 Kata

Setelah membahas beberapa borang penting di atas, di bagian ini, kita akan memulai menulis esai LPDP-nya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat tiga ide pokok yang haru ada di esai, yakni komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia. Agar lebih jelas, mari kita perhatikan penjelasan mendalam mengenai ketiga hal tersebut di bawah ini:

3 Paragraf dengan Satu Ide "Komitmen Kembali ke Indonesia"

1. Komitmen Kembali ke Indonesia (3 Paragraf, ±200 kata/paragraf)

Di sini, saya akan menuliskan awal mula ketertarikan saya dalam dunia pendidikan sejak kecil, tanpa menyadari bahwa minat ini akan membawa pengaruh besar hingga masa dewasa. Selain itu, saya juga menyebutkan beberapa pengalaman belajar saya dengan menggunakan teknologi sebagai alat bantu, mengingat bahwa saya berasal dari keluarga prasejahtera.


Kemudian, pada paragraf kedua, saya melanjutkan cerita tentang pengalaman buruk saya, yang pada akhirnya menjadi titik terang bagi saya untuk menemukan jati diri pada waktu itu. Hal ini mempengaruhi keinginan saya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Namun, takdir berkata lain, saya menghadapi kegagalan dalam seleksi perguruan tinggi.


Pada paragraf ketiga, saya berbagi tentang upaya saya untuk mencoba masuk perguruan tinggi lagi, dan akhirnya berhasil lolos. Pengalaman pahit ini sering saya bagikan kepada orang-orang, terutama adik-adik kelas saya saat berkuliah, dengan tujuan agar mereka tidak merasa sendirian karena saya pernah berada di posisi yang sama dan dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Saya juga berusaha memberikan solusi bagi mereka. Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semakin menguat dalam diri saya. Lebih dari itu, saya menyadari bahwa saya memiliki tanggung jawab untuk membangkitkan harapan anak-anak yang berada dalam posisi seperti saya dulu, bahwa segalanya mungkin jika kita berusaha.


Jika kita perhatikan, di ketiga paragraf ini saya membentuk framing bahwa saya memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan, dengan cara menunjukkan perjalanan dari masa kecil saya yang tampak sepele pada waktu itu, tetapi ternyata menjadi kenyataan saat ini. Selain itu, saya juga membentuk framing bahwa saya merasakan betapa pentingnya pendidikan, bukan hanya dari perspektif sebagai pendidik, tetapi juga sebagai peserta didik yang berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan. Di situlah saya memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengasah kemampuan saya, terutama dalam belajar bahasa Inggris.


Terakhir, pada paragraf ketiga, saya mengakhiri dengan menyatakan komitmen saya untuk kembali ke Indonesia, dengan harapan agar anak-anak di negara ini, terutama yang tinggal di perkampungan seperti saya dulu, dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperluas pengetahuan mereka. Hal ini menjadi dorongan bagi saya untuk kembali dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.


3 Paragraf dengan Satu Ide "Rencana Pasca Studi"

2. Rencana Pasca Studi (3 Paragraf, ±200 kata/paragraf)

Di bagian rencana pasca studi ini, saya mengawalinya dengan menjelaskan salah satu pekerjaan yang akan saya lakukan, yaitu membuat konten pendidikan di website pribadi saya. Pekerjaan ini tidak hanya akan saya lakukan selama studi, tetapi juga pasca studi karena fleksibilitasnya yang memungkinkan saya melakukannya kapan saja dan di mana saja. Pada paragraf pertama ini, saya juga menekankan pentingnya menyebarluaskan konten pendidikan secara gratis dan contoh kontribusinya yaitu, yang sudah saya lakukan saat ini, bagaimana saya menulis esai LPDP yang dapat membantu warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 😊


Pada paragraf kedua, saya menyampaikan ketidakpuasan saya terhadap keterbatasan pengalaman mengajar dari tingkat TK sampai SMK. Ambisi saya adalah menjadi seorang dosen di salah satu lembaga di Indonesia, yang akan memberikan pengalaman baru dan memperkaya pengetahuan saya dalam ranah pendidikan, terutama dalam penelitian. Saya juga menyatakan rencana untuk mengejar gelar doktor agar dapat mengembangkan kemampuan penelitian ilmiah. Gelar doktor ini akan meningkatkan kredibilitas saya di bidang pendidikan, yang relevan dengan tujuan menjadi seorang konsultan pendidikan, yang merupakan puncak karier yang saya impikan.


Pada paragraf ketiga, saya menjelaskan tujuan karier utama saya, yaitu menjadi seorang konsultan pendidikan. Saya ingin memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, tidak hanya kepada peserta didik, tetapi juga kepada semua stakeholders dalam lingkungan akademik, termasuk para pendidik.


Jika kita mengamati ketiga paragraf di atas, saya berusaha menyatukan mereka dengan cara yang koheren dan berkesinambungan. Pertama, saya ingin menghubungkan ketiga paragraf dengan mencantumkan tentang komitmen kembali ke Indonesia di paragraf ketiga ini dengan informasi yang sudah saya jelaskan di paragraf pertama tentang rencana konten pendidikan di website pribadi saya. Kedua, saya ingin menunjukkan framing yang jelas. Di paragraf pertama, saya menekankan terus melanjutkan pekerjaan sebagai content creator. Di paragraf kedua, tujuan saya adalah menjadi seorang dosen dan melanjutkan ke jenjang pendidikan doktoral. Terakhir, saya menyebutkan puncak karier saya sebagai seorang konsultan pendidikan, yang mencakup membangun lembaga pendidikan secara independen atau menjadi pengawas sekolah untuk sementara waktu. Intinya, di bagian rencana pasca studi ini, saya merumuskan Life Grand Map atau peta tujuan hidup dalam bentuk deskripsi yang jelas. Jika kita lolos LPDP, kita akan menemukan tugas ini di PK (Persiapan Keberangkatan) dalam bentuk Life Grand Map yang akan kita perinci dari tahun ke tahun.


3 Paragraf dengan Satu Ide "Rencana Kontribusi di Indonesia"

3. Rencana Kontribusi di Indonesia (3 Paragraf, ±200 kata/paragraf)

Di bagian rencana kontribusi ini, saya ingin menegaskan beberapa hal yang telah saya jelaskan sebelumnya. Saya menguraikan rencana kontribusi ini dalam tiga paragraf yang berbeda, masing-masing memiliki fokus. Paragraf pertama menjelaskan pencapaian saya di masa lalu yang terkait erat dengan bidang pendidikan. Paragraf kedua, akan mendetailkan pekerjaan saya di masa lalu dan masih dilakukan hingga saat ini. Lalu, di paragraf ketiga, saya akan menguraikan visi dan misi pribadi saya dengan detail.


Intinya, dalam bagian ini, saya menuliskan tiga paragraf berbeda yang mencakup pencapaian masa lalu di bidang pilihan saya, kegiatan saya lakukan saat ini, dan cita-cita serta harapan saya untuk berkontribusi lebih besar bagi Indonesia ke depannya.


Melalui postingan ini, saya berharap dapat menginspirasi teman-teman yang akan mendaftar LPDP. Tentunya, setiap orang memiliki ciri khas dan keunikan dalam menyampaikan ide dan gagasan. Jadi, tak perlu mengikuti sepenuhnya apa yang saya sampaikan di sini. Jika ada elemen yang relevan dan bermanfaat, mari kita ambil dan kembangkan sesuai dengan identitas dan gaya kita masing-masing. Tujuan utama saya membagikan postingan ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang bagaimana saya mempersiapkan dan menyusun esai untuk seleksi LPDP. Semoga postingan ini memberi manfaat, dan bila ada pertanyaan atau hal yang perlu didiskusikan, silakan komunikasikan saja melalui kolom komentar di bawah. Sampai jumpa di postingan berikutnya! 😁

No comments:

Post a Comment

Pages